Oleh : Andri Dian Suandri, S.Pd.I
Rabu, 4 Pebruari 2026. Santriwan-santriwati kelas 3 SMP Ar Rahmat melaksanakan kegiatan Ziaroh ke Sunan Gunung Djati Cirebon dan Makam Aulia Gunung Pring Magelang, dilanjutkan dengan Outing Class ke Kampung Inggris Jogja, Taman Pintar, Candi Prambanan dan terakhir Tour Jeep di Sleman Daerah Istimewa Jogjakarta. 105 santriwan-santriwati dan 12 pendamping mengikuti kegiatan tersebut. Rombongan ini berangkat dari Pondok Pesantren Modern Ar Rahmat pada pukul 15.30 Wib setelah melaksanakan shalat ashar berjamaah dan doa bersama.
Sebelum berangkat, seperti biasa dilakukan pembekalan dan doa bersama oleh perwakilan Yayasan bapak Drs. Ec. Diding Muhidin dan kepala Sekolah bapak Andri Dian Suandri, S.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau memberikan amanah agar para santri bisa menjaga kesehatan, menjaga nama baik Ar Rahmat dan berhati-hati dengan barang pribadi.
Sementara kepala Sekolah menyampaikan tiga poin penting yang perlu diperhatikan dan menjadi barometer keberhasilan kegiatan ini. Tiga poin tersebut ialah Pertama , Mempertebal dimensi Spiritual . Dimensi ini sangat urgent bagi para santri dan pembimbing karena menjadi ruh dalam beraktivitas. Ketika dimensi ini hadir dalam setiap pribadi santri, maka mereka akan kuat dalam menghadapi tantangan dan kendala diperjalanan. Terlebih perjalanan Outing Class ini cukup jauh dan melelahkan dibutuhkan kekuatan spiritual yang tinggi. Adapun
kegitan yang mampu meningkatkan dimensi spiritual ini ialah Ziaroh ke makam para Wali dan Aulia. Dengan berziaroh banyak fadhilah yang sangat bermanfaat bagi para santri.
Kedua , Meningkatkan dimensi Intelektual . Dimensi ini juga tidak kalah pentingnya karena akan mengasah nalar dan logika para santri. Dengan meningkatnya Intelektual, secara otomatis santri “dipaksa” untuk kreatif dan inovatif. Diusia remaja, tingkat penasaran cukup tinggi sehingga dibutuhkan ruang untuk berekspresi dan bereksperimen. Adapun kegiatan yang relevan untuk meningkatkan dimensi Intelektual ialah belajar di Taman Pintar. Tempat ini sangat tepat karena menyuguhkan berbagai penemuan ilmu pengetahuan oleh para tokoh dan ilmuwan melalui penelitian yang mendalam. Diantaranya ilmu fisika, kimia, biologi, sejarah, bahasa Indonesia, pkn, politik, seni dan Teknologi.
Ketiga , Menguatkan dimensi _Qolbiyah_ , Pendidikan cakupannya sangat luas dan kompleks. Tidak cukup hanya teori di kelas dan pondok, tetapi mereka harus merasakan bagaimana keadaan di luar yang begitu menantang. Mereka harus mampu mengkolaborasikan teori yang didapatkan dengan kondisi terupdate. Pendidikan pula dibutuhkan kelembutan hati dan kejernihan batin. Dengan Outing Class mereka “dipaksa” Untuk mengelola batinnya agar menurunkan ego individualisnya menjadi ego kebersamaan. Mereka diasah rasa simpati dan empatinya pada saat melihat temannya dalam kesulitan. Kegiatan ini menumbuhkan kebersamaan dalam belajar, diskusi, makan, shalat dan mengerjakan tugas. Dengan kegiatan tersebut mereka juga “dipaksa” Untuk mampu memanage Qolbunya agar tetap salim.
Apabila tiga dimensi ini sudah didapatkan oleh para santri berarti kegiatan ini sangat positif dan perlu dikembangkan. Namun, apabila tiga dimensi ini belum didapatkan berarti perlu dilakukan evaluasi. Demikian pesan kepala Sekolah yang menjadi pedoman dalam menjalankan kegiatan ini.
Outing Class tahun ini mengambil tema :” Reflect, Explore and Learn : A Spiritual and Educational Jurney. ” Yang berarti merenung, mengeksplorasi dan belajar : Sebuah perjalanan spiritual dan pendidikan.” Tema ini sengaja diambil karena cukup relevan dengan rangkaian kegiataan ini. Beberapa letak relevannya ialah pertama , Reflect (merenung). Merenung dibutuhkan bagi para santri dan pembimbing dalam rangka merefleksi kegiatan positif dan negatif yang sudah dan akan dilakukan, sehingga menjadi dasar untuk melakukan perbaikan mendalam. Merenung sesaat sebagai santri yang memiliki tugas mulia yakni belajar dari semua aspek yang bisa dilihat, diraba dan di rasakan di setiap kegiatan. Merenung atas kebaikan orang tua dan guru-guru yang telah membimbing dan selalu mendoakan. Merenung tentang para wali Allah yang telah berjuang menyebarkan Islam keseluruh nusantara serta menjadi pewaris para nabi dan merenung tentang masa depan mau jadi apa dan mau melakukan apa agar hidup menjadi lebih bermanfaat.
Merenung ini ternyata sangat baik dilakukan, sebagaimana diungkapkan oleh imam Al Ghazali dalam kitab Al Munqiz Min Al Dhalal bahwasannya : ” Merenung (Tafakkur) sesaat lebih baik daripada ibadah setahun.” Dengan merenung diharapkan para santri bisa meningkatkan kesadarannya tentang tugas utamanya. Adapun kegiatan yang sangat relevan dengan perenungan ini adalah kegiatan Ziarah. Mereka berdzikir, berdoa dan memohon ampun atas segala dosa.
Kedua , Explore (Menjelajah). Diusia SMP antara 13-15 Tahun mereka sedang dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan. Eksplore dalam psikologi ialah proses aktif mengenal dunia dan diri sendiri untuk tumbuh menjdi pribadi yang utuh. Sementara explore/Explorasi menurut Abraham Maslow ialah jalan menuju versi terbaik dari diri sendiri. Explorasi merupakan bagian dari aktualisasi diri. Kegiatan Outing Class yang sangat relevan ialah pembelajaran di Kampung Inggris dan Candi Prambanan. Mereka diberikan tantangan untuk mengeksplore seluruh kemampuannya melalui keberanian berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris pada saat di lokasi pembelajaran, disetiap percakapan bahkan dengan turis asing yang ada di Candi Prambanan. Selain itu mereka diberi tugas khusus untuk mengambil photo dan video terbaik yang menggambarkan keindahan, keajaiban dan ilmu pengetahuan yang terlukis pada candi tersebut.
Dengaan demikian, mereka akan berusaha mencari informasi yang relevan dari artefak, spanduk atau internet dihubungkan dengan keadaan yang mereka alami, dengar, raba dan lihat.
Ketiga , Learn (Belajar). Kata learn berasal dari bahasa Inggris yang berarti mempelajari, memperoleh pengetahuan atau memahami sesuatu melalui pengalaman atau latihan. Dalam bahsa latin, konsep belajar dekat dengan kata discere yang berarti mempelajari atau mencari tahu sementara dalam bahasa Arab belajar sering dikaitkan dengan kata ta’allama yang berarti usaha sadar untuk mengetahui dan memahami. Learn menurut istilah ialah proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan pengetahuan, sikap dan keterampilan sebagai hasil dari pengalaman dan interaksi dengan lingkungan.
Kegiatan Outing Class ini sangat sesuai dengan teori tersebut. Seperti pada kegiatan pembelajaran di Taman Pintar Yogyakarta. Taman Pintar Yogyakarta ialah sebuah sciene centre atau museum sains interaktif yang menggabungkan pembelajaran dengan rekreasi -alias tempat dimana belajar menjadi menyenangkan. Seluruh santri Ar Rahmat begitu antusias dan menikmati pembelajaran di Taman Pintar. Karena selain mereka bisa mendapatkan ilmu secara teori juga bisa langsung praktek. Seperti di percobaan listrik statis yaitu gejala kelistrikan akibat penumpukan muatan listrik pada suatu benda. Para santri menggosok balon ke rambut atau kain wol, kemudian mendekatkan balon tersebut ke potongan kertas, atau rambut. Hasilnya kertas tertarik ke balon dan rambut berdiri dan mengikuti balon. Selain itu masih banyak penemuan para santri yang berkaitan dengan sains dan teknologi.
Selama perjalanan, para santri nampak ceria dan bersemangat, mereka saling bergurau dengan teman sebelahnya. Diiringi lantunan shalawat yang disetel oleh panitia. Selain itu diselingi doorprize menarik bagi para santri yang berani menjawab pertanyaan yang di sampaikan panitia.
Demikian sekilas gambaran kegiatan Outing Class dan Ziaroh SMP Ar Rahmat. Semoga dengan kegiatan ini berdampak positif terhadap pembentukan karakter santri di tengah-tengah krisis adab dan ilmu. (And)