Dunia literasi Indonesia berduka atas berpulangnya Pipiet Senja, sosok penulis yang dikenal karena produktivitas karya-karyanya, juga karena keteguhan dan semangat hidupnya yang luar biasa. Sejak tahun 1970-an sampai akhir hayatnya, Pipiet Senja telah menulis lebih dari seratus karya, meliputi novel, cerpen, esai, puisi dan biografi yang banyak menyoroti nilai-nilai kemanusiaan, sosial dan perjuangan seorang perempuan.
Sejak lahir Pipiet Senja hidup berdampingan dengan penyakit thalassemia, sebuah kondisi genetik yang menuntut perawatan seumur hidup. Namun melalui karya-karyanya, Pipiet tidak hanya menulis tentang kehidupan, ia juga menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan, spiritualitas, empati, keberanian, dan keteguhan hati perempuan yang menginspirasi— menggambarkan bagaimana kata bisa menjadi sarana perlawanan, penghiburan, sekaligus terapi penyembuhan.
Pipiet Senja meninggalkan karya-karya yang terus hidup. Warisannya tidak hanya berupa buku, tetapi juga jiwa-jiwa yang pernah disentuhnya, didampingi dan dikuatkan. Semangat, dedikasi dan nilai yang beliau wariskan akan terus menyala dan menjadi inspirasi yang menuntun generasi penulis setelahnya serta menjadi bagian penting dari perjalanan literasi Indonesia. Oleh karenanya layak kita menyebut Pipiet Senja sebagai legenda perempuan penulis Indonesia. Dan buku ini sebagai sejarah yang menegaskannya.
Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat-Nya, sehingga penerbitan buku testimoni dan obituari “A Tribute to Pipiet Senja — Jejak Inspirasi dan Warisan Sastra” dan acara diskusi kenangan dapat terlaksana. Buku ini sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan kepada Pipiet Senja atas dedikasi, perjuangan, dan karya-karyanya, salah satu perempuan penulis yang telah memberi kontribusi besar bagi dunia literasi.
Sebagai upaya menggali dan melestarikan nilai semangat dan perjuangan beliau, Keluarga Besar Penyair Seksih (KBPS) didukung oleh Cakra Budaya Indonesia (CBI) bersama PT. Zikrul Hakim Bestari Buana Murni, menerbitkan buku a tribute dan obituari ini. Kemudian atas dukungan DISPUSIP & PDS. HB. Jassin, kami menyelenggarakan acara mengenang dan doa bersama, diskusi publik serta kajian tentang siapa sosok Pipiet Senja, peran dan pengaruh karya-karya beliau dalam khazanah sastra dan literasi di Indonesia dari berbagai perspektif.
Buku A Tribute to Pipiet Senja akan diluncurkan pada hari Minggu, 07 Desember 2025, di PDS. HB. Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Pukul 13.00 – selesai. Peluncuran ini juga akan ditandai dengan berbagai acara untuk mengenang sekaligus memberi penghargaan kepada beliau. Adapun acara tersebut berupa diskusi publik “Mengenal Pipiet Senja dalam Berbegai Perspektif”.
Pembicara dalam diskusi ini adalah, Dr. free Hearty, M., Hum., dengan pendekatan tema pada “Warisan Pipiet Senja: Pendekatan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan
pada karya Pipiet Senja. Peran dan Pengaruh karya-karya Pipiet Senja terhadap pembaca, perempuan dan masyarakat sastra pada umumnya. Kedalaman refleksi tentang warisan yang ditinggalkan dari karya Pipiet Senja.
Kurniawan Junaedhie dengan tema: “Sebuah Kritik: Pipiet Senja, Membaca Panggung kehidupan sebagai sebuah Teks”. Gaya penulisan Pipiet Senja: bahasa, struktur, dan tema (sebuah kritik). Mengidentifikasi tema-tema digunakan dalam karya-karyanya. Karya-karya Pipiet Senja sebagai penulis dan kontribusinya dalam dunia sastra (Pro dan Kontra). Peran dan pengaruh karya-karyanya terhadap pembaca dan dunia sastra: pembaca, penulis, kritik, dunia sastra pada umumnya.
Fanny Jonathan Poyk mengambil ema: “Hidup yang Ditulis, Luka yang Dihayati: Sebuah Pendekatan Ekspresif dan Biografis karya Pipiet senja”. Sebuah pendekatan Ekspresif dan Biografis dalam karya-karya Pipiet Senja sebagai media ekspresif, ungkapan jiwa, pengalaman dan refleksi hidup serta pergulatan bathin Pipiet Senja. Melihat karya sebagai sebuah peristiwa latar belakang dan lingkungan sosial dan kulture kehidupan Pipiet Senja. Mengungkap dimensi kemanusiaan dan spiritual yang digunakan dalam karya-karya Pipiet Senja. Peran dan pengaruh karya-karya Pipiet Senja terhadap pembaca terutama generasi muda pada era Pipiet Senja maupun sekarang.
Diskusi ini akan dipandu oleh Nuyang Jaimee yang sekaligus sebagai ketua pelaksana acara. Selain acara diskusi acara lain juga berupa testimoni keluarga dan pembacaan karya para sahabat yang didedikasikan untuk Pipiet Senja. Kemudian sebagai acara yang penuh haru adalah sebuah pertunjukan drama, fragmen kehidupan Pipiet Senja, seorang perempuan dan ibu yang tangguh, penyitas thalasemia, seorang penulis, sekaligus penyala literasi sampai akhir hayatnya. Yang berjudul: “Nyala Senja: Sebuah Hidup yang Menulis Dirinya Sendiri”, dimainkan oleh Teater Cakra Indonesia, dengan naskah dan sutradara oleh Nuyang Jaimee.
Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak; atas perhatian Bapak Fadli Zon Menteri Kebudayan Republik Indonesia, keluarga Pipiet Senja, para narasumber, donatur, komunitas/lembaga pendukung acara, para kontributor, seluruh undangan yang hadir serta keluarga besar penyair seksih yang dengan ikhlas membantu bekerja— mempersiapkan buku dan acara. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan bapak dan ibu, dan Ibu Pipiet Senja dilapangkan kuburnya, diterima amal ibadahnya, dan berada di tempat yang terbaik di sisi-Nya. Buku yang Pipiet Senja wariskan, adalah karya yang menjadi amal jariyah almarhumah dan terus menerangi dunia literasi. Terima kasih.
Jakarta, 06 Desember 2025
Cakra Budaya Indonesia (CBI)