Menunggu adalah perangai batu
karena aku bukan batu
kulayarkan sebuah ciuman
ke jantung-mu
Jika kelak kita mengarungi samudra raya
aku akan menjadi nahkoda bagi-mu
Ingatanku telah mengukir jalan ke sana
ke rumah yang dirahasiakan Azza Wazalla
dengan keyakinan bahwa nereka
tak diperuntukkan bagi kita
Dan aku mencintai-mu bukan lantaran
tak ada orang yang layak untuk dipinang
aku mencintai-mu karena pintu batinku
terbuka untuk setiap kepulangan-mu
Pulanglah ke arahku
ke tenda yang Ibrahim
2003
*