What's Hot

    TERBARU

    Keramaian-keramaian Kemarin Buat Willy F Agiska Dini hari. Sebiji bintang menetes. Tepat ketika tubuhmu berubah patah, dan suara keciap burung bersemayam dalam kepalamu. Tangan-tangan mulai menenun subuh. Batu-batu berbunyi seperti marah yang terkubur ludah. Kita berjalan di bawah angin november sambil mendengar ingatan jahat. Menunggu perpisahan datang mengajak kita tamasya.…

    Read More

    LEBIH BANYAK

    Inilah hidupku: Sunyi jep langit jep bumi jep sejagat Jakarta…

    Betapa menyedihkan ketika para peyair lebih rajin memposting foto selfie…

    Ada saatnya ingin dekat dengan-mu tidur di setiap ruang batin-mu mengilhami…

    (1) Kekasih, akulah Jakarta yang semerawut dengan pemakaman umum tak…

    Keramaian-keramaian Kemarin Buat Willy F Agiska Dini hari. Sebiji bintang…

    Menunggu adalah perangai batu karena aku bukan batu kulayarkan sebuah…

    Ratap Sunyi di Balik Janji Resmi Ratap mengendap di dada…

    SURGA NGEBLUR MBAH MARKIDUD pagi-pagi, Mbah Markidud berbagi maklumat kepada…

    Bagi-mu yang setara hamparan laut ini bahteraku berlayar mengantarkan salam…

    GERIMIS DI ATAS KERTAS Gelisah, sepi dan pilu beraduEntah…

    KAMI Ribuan massa berjalan satu tujuan,Berteriak, berorasi, satu ucapan. Hai!…

    Petrichor Hujan turun, menari di bumi, Menyentuh lembut dedaunan yang…

    (1) Aku menulis sajak ini tidak mengatasnamakan rakyat aku pun rakyat…